Spiritual Selling

Aktvitas menjual bagi sebagian besar sales dianggap sebagai rutinits, ritual an sich atau sekedar simbolis belaka, sementara bagi sebagian kecil the greatest sales yang lain, ini merupakan kegiatan yang selalu mengarah pada perbaikan secara terus menerus, terus bertumbuh dan berdimensi spiritual. Menjual sebagai aktivitas spiritual lebih didasarkan pada sebuah kesadaran, berlandaskan cinta, sesui dengan etika dan kepedulian antar sesama manusia, makhluk lain dan alam sekitar berdasarkan keyakinan akan adanya Tuhan.

Spiritual Selling merupakan kombinasi antara karakter, skill, pengalaman dan keahlian dalam menjual dengan pendekatan spiritual. Spiritual Selling mrngajarkan bagaimana menurunkan nilai-nilai ketuhanan yang ada di langit ke bumi. Bagaimana membuat setiap pelanggan tersenyum puas dengan pelayanan tulus sepenuh hati, rasa cinta dan melampaui harapan pelanggan

Manurut Arvan Pradiansyah  dalam bukunya Love is The Answer (2018), Cinta adalah kemampuan melihat dari sudut pandang orang lain, merasakan apa yang dirasakan orang lain dan menghayati suasana kehidupan  orang lain. Ia menyampaikan bahwa dengan melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain, kita akan senantiasa diliputi perasaan cinta dan belas kasih yang tak pernah putus. Kita juga akan merasa bahwa sesungguhnya terlepas dari begitu besarnya perbedaan diantara kita, kita adalah satu. Kita benar-benar merupakan suatu kesatuan. Inilah yang disebut cinta, dan inilah sebenarnya hakikat dari spiritualitas.

Pendekatan spiritual yang biasanya berkaitan erat dengan konteks ibadah, saat ini sudah merambah di segenap aspek kehidupan lainnya, termasuk di bidang penjualan.  Menurut Hermawan Kertadjaya, pendekatan spiritual dalam membangun brand, misalnya, diyakini tidak hanya sanggup mendongkrak profit, bahkan mampu menebarkan value yang menjamin keberlangsungan merek dan membentuk diferensiasi yang tak tertandingi oleh kompetitor. Aktivitas pemasaran tidak hanya dalam pengertian the meaning of marketing, melainkan juga dalam pengertian marketing of the meaning. Yang artinya adanya tuntutan agar dunia pemasaran  menunjukkan nilainya. Pemasaran suatu produk bukan sekedar mempunyai manfaat secara fungsional atau emosional, melainkan juga menonjolkan manfaat spiritual.

Berbeda dengan umumnya produk lain, yang hanya didorong dan menawarkan added value (nilai tambah) saja, akan tetapi dengan pendekatan spiritual, berhasil mengantarkan merk-nya dari sekedar value menjadi values. Dengan demikian jika proses kerjanya sudah menggunakan nilai spiritual, maka produk atau jasa yang dihasilkan pun dengan sendirinya mengandung nilai spiritual. Inilah yang disebut Hermawan Kertadjaya dengan Spiritual Marketing.

Salah seorang pakar branding Yuswo Hady dalam sebuah tulisan bertajuk Spiritualizing Marketing mengemukakan bahwa “ Roh “ dari marketing adalah Al Amin. Seperti halnya Nabi Muhammad, seorang marketer haruslah dapat dipercaya oleh pelanggan saat memasarkan produknya. Harus sesuai antara apa yang diomongkan dengan apa yang diberikan ke pelanggan, tidak over promise under delivery. Seorang marketer harus jujur, tidak boleh  membohongi pelanggan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan di level spiritual, sudah disikapi sebagai “bisikan nurani” dan “panggilan jiwa”. Kalau di level intelektual bahasa yang digunakan adalah “bahasa logika”, maka di level spiritual kita harus menggunakan “bahasa hati”, “bahasa nurani”. Kata hati yang paling dalam dan nurani Anda adalah “lentera penerang”. Marketing bukanlah upaya mengejar keuntungan sepihak secara membabi buta apalagi tipu muslihat. Marketing adalah aktivitas penciptaan nilai (value-creating activities} yang memungkinkan  berbagai pihak yang menjadi pelakunya bertumbuh dan mendaya gunakan kemanfaatan. Alangkah indahnya marketing jika ia disikapi sebagai sebuah gerakan hati yang peduli. Kepedulian terhadap kebaikan dan kemanfaatan sesama.

Hal ini sejalan dengan program yang disampaikan pak Martogi Siahaan selaku CEO AUTO 2000 dalam event The PODIUM tahun 2018 di Yogyakarta yang bertajuk Dreams Come True “WE CARE & SHARE – Avanza Berbagi”. Program ini ditujukan untuk mewujudkan dreams / mimpi wiraniaga dalam kegiatan sosial melalui komitment penjulana Toyota Avanza setiap bulannya.

Setiap penjualan Avanza sebagian profitnya disishkan X rupiah sebagai dana Corporate Social Responsibility  (CSR) untuk santunan lembaga atau yayasan sosial yang penentuannya juga melibatkan sales force dengan penjulan Avanza terbanyak sehingga lebih menumbuhkan kepedulian sosial dan pendekatan spiritual dalam melakukan penjulan.

Salah satu pemenang program ini ialah sales counter Auto 2000 Kalimalang bernama Yunita. Ia mendapatkan apresiasi senilai Rp. 17.800.000, sebagian disumbangkan untuk pembangunan masjid Al Muhajirin Pondok Kelapa dan sebagian yang lain didonasikan kepada Panti Asuhan “Yayasan Esa Sasana Surya” Duren Sawit, keduanya kurang lebih berjarak radius 1 KM dari AUTO 2000 Kalimalang.

Pada tataran yang lebih mikro, yaitu dunia penjulan, jika seorang wiraniaga mempunyai kesadaran bahwa proses menjual bukan sekedar transaksional, melainkan dilandasi oleh nilai-nilai spiritual maka akan semakin meningkatkan penjualannya dengan lebih signifikan. Jika seorang sales mencitai prosfesinya, bekerja dengan landasan cinta dan melayani pelanggan dengan cinta maka pejualan berlipat akan menghampirinya.

Seorang salesman yang melandasi aktivitasnya dengan pendekatan spiritual mempunyai karakter yang berbeda dengan salesman rata-rata lainnya, ia memiliki karakter jujur, tulus, bertanggung jawab dan penuh dengan rasa cinta sesuai definisi yang dijelaskan di atas atau dalam bahasa lain karakter yang ia miliki melebihi atau melewati karaker pada umumnya atau.

Salah satu ciri mahluk spiritual ia selalu melakukan evaluasi atau review terhadap pencapaian impian atau target yang sudah ditetapkan, demikian pula seorang the greatest sales untuk mencapai hasil terbaik harus bisa menyusun dream, blue print, meningkatkan competency dan melakukan proses menjual jauh melebihi salesman yang biasa-biasa saja.

Beyond The Character

Beyond The Dream

Beyond The Blueprint

Beyond The Competency

Beyond The Process

Beyond The Result

About the author

Author l Consultant l Trainer

Berpengalaman 12 tahun sebagai salesman dan 11 tahun jadi Sales Manager
Saat ini menjadi CEO IHD Consulting dan UKM Riyadh Group

Comments

  1. woow…luar biasa penecerahannya, saya berkunjung di web ini dari wa yang masuk ke happiness class pak arvan pra

    setelah nulis comment ini saya akan berkunjung lagi utk belajar dunia marketing

    saya berkecimpung di dunia bank perkreditan rakyat, yang berinteraksi dengan dunia sale, marketing

    salam kenal dan terima kasih
    yudi di semarang

    1. Terima kasih Mas Yudi, silahkan baca yang lainnya, sudah lebih dari 10 artikel tentang penjualan yang sangat aplikatif untuk temen@ sales

    1. Terima kasih pak Charles. Jika ingin mendapatkan skill dan knowledge tentang salesmanship dg lebih komprehensif, silahkan miliki buku The Greatest Sales way, terima kasih

Leave a Reply to yudi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *